Rabu, 28 Oktober 2015

Komunikasi Interpersonal, Interaktif dan massa


Komunikasi merupakan hal yang paling penting bagi kehidupan manusia untuk berinteraksi. Perkembangan komunikasi terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Komunikasi antar dua orang merupakan pengembangan dari bahasa isyarat yang telah digunakan selama berabad-abad. Ribuan bahasa digunakan di dunia sampai saat ini. Tetapi tidak semua bahasa dapat bertahan lama hingga saat ini.

Komunikasi dibagi lagi menjadi beberapa macam. Beberapa diantaranya adalah komunikasi interpersonal, komunikasi interaktif, dan komunikasi massa. Tentunya ketiga macam komunikasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Pada komunikasi interpersonal, memiliki arus pesan one-to-many. Artinya pesan terjadi dari satu komunikator ke beberapa komunikan (biasanya dibatasi sampai tiga komunikan), dimana komunikator mempunyai pengetahuan mengenai karakteristik komunikannya. Segmentasinya tinggi karena bersifat khusus, yaitu hanya beberapa orang saja yang mengerti apa arti pesan yang sedang dibicarakan. Karena komunikasi interpersonal hanya melibatkan dua sampai tiga orang, interaktifitasnya tinggi karena melibatkan hubungan pribadi dan feedback segera didapat dengan melimpah.
Komunikasi non-verbal terjadi sangat banyak dan mempengaruhi segmentasinya yang tinggi. Penyimpanan pesan dalam komunikasi interpersonal bersifat rendah karena tidak dapat diulang dan diubah, juga tingkat transaksional atau pertukaran informasi yang tinggi membuat banyaknya informasi yang masuk sehingga mempengaruhi penyimpanan pesan.
Hubungan sosio-emosi yang tinggi didukung oleh kedekatan hubungan pribadi, dan kontrol arus komunikasi yang terjadi adalah saling mengontrol dengan tingkat privasi yang rendah.
Berbeda dengan komunikasi interpersonal, komunikasi interaktif bersifat many-to-many yang memungkinkan sumber dan pesertanya mempunyai kesepakatan secara interaktif. Mempunyai segmentasi dan interaktivitas yang tinggi karena peserta dapat bertanya langsung kepada sumber walaupun sumber hanya mengetahui atau bahkan tidak mengetahui tentang peserta tersebut. feedback yang dihasilkan terbatas, tetapi tidak menentu apakah dapat segera atau tertunda. Penyimpanan pesannya tinggi karena pada komunikasi interaktif digunakan media. Hubungan sosio-emosional, kontrol arus komunikasi dan privasinya rendah karena tidak ada kedekatan pribadi antara para sumber dan peserta. Bahasa non-verbal rendah pula karena dibatasi dengan media.
Pada komunikasi massa, arus pesannya bersifat “one-to-many” yang sumbernya memiliki sedikit pengetahuan tentang komunikannya. Segmentasi dan tingkat interaktifnya sangat rendah karena tidak melibatkan hubungan pribadi dan mudah dimengerti oleh banyak kalangan walaupun feedbacknya sangat terbatas dan tertunda yang disebabkan karena tingkat sosio-emosional komunikannya rendah.
Penyimpanan pesan pada komunikasi massa bersifat rendah kecuali menggunakan media, seperti koran atau surat kabar. Komunikasi non-verbal yang digunakan menggunakan visual atau gambar, kontrol arus komunikasi sedikit sehingga tingkat privasi menjadi tinggi.

Bentuk-bentuk Komunikasi


Berbagai bentuk komunikasi banyak kita jumpai di lingkungan sekitar, dan bahkan terkadang kita juga melakukan komunikasi tersebut. Terkadang komunikasi yang kita lakukan bersifat pribadi antar personal, sering juga kita melakukan komunikasi antar kelompok, antar kelas, antar institusi, ataupun komunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bentuk-bentuk komunikasi yang akan dibahas meliputi: komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa. Berikut bahasannya secara lebih lanjut.


1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi intrapribadi yang artinya komunikasi yang dilakukan kepada diri sendiri. Proses komunikasi ini terjadi dimulai dari kegiatan menerima pesan/informasi, mengolah dan menyimpan, juga menghasilkan kembali.

Contoh kegiatan yang dilakukan pada komunikasi interpersonal adalah berdoa, bersyukur, tafakkur, berimajinasi secara kreatif dan lain sebagainya.






2. Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antarpribadi. Komunikasi ini juga dapat diartikan sebagai proses pertukaran makna dari orang yang saling berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Suatu komunikasi interpersonal dapat terjadi apabila memenuhi kriteria berikut:
  • Melibatkan perilaku verbal dan nonverbal
  • Adanya umpan balik pribadi
  • Terjadi hubungan/interaksi yang berkesinambungan
  • Bersifat saling persuasif
3. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok dapat diartikan sebagai tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud dan tujuan yang dikehendaki. Seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah. Komunikasi kelompok merupakan komunikasi yang dillakkan oleh beberapa orang lain atau sekelompok orang.

Contoh komunikasi kelompok antara lain kuliah, rapat, briefing, seminar, workshop dan lain-lain. Dalam komunikasi kelompok, setiap individu yang terlibat dalam kelompok masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok tersebut. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok dan bukan bersifat pribadi.

4. Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi adalah komunikasi antarmanusia yang terjadi dalam hubungan organisasi. Komunikasi organisasi merupakan proses komunikasi yang berlangsung secara formal maupun nonformal dalam sebuah sistem yang disebut organisasi.

Komunikasi organisasi sering dijadikan sebagai objek studi sendiri karena luasnya ruang lingkup komunikasi tersebut. Pada umumnya komunikasi organisasi membahas tentang struktur  dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian, serta budaya organisasi.

5. Komunikasi Massa

Komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh, sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Jadi, Komunikasi massa sebagai pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. 

Ciri-ciri komunikasi massa adalah sebagai berikut:
  1. Komunikator biasanya suatu lembaga media massa
  2. Hubungan antara komunikator dan pemirsa bukan bersifat pribadi
  3. Menggunakan media massa
  4. Mediumnya dapat digunakan oleh orang banyak
  5. Komunikan adalah massa, yang bersifat heterogen
  6. Penyebaran pesan serentak pada saat yang bersamaan
  7. Umpan balik bersifat tidak langsung
  8. Pesan yang disebarkan cendrung tidak langsung berpengaruh terhadap massa
Dari ciri-ciri tersebut komunikasi massa dapat diartikan sebagai komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah besar khalayak yang tersebar, heterogen, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. 

Sedangkan komunikasi yang dilakukan melalui penggunaan media lain selain media massa disebut komunikasi medio. Komunikasi medio biasanya menggunakan media surat, telepon, pamflet, poster, brosur, spanduk, dan sebagainya


Prinsip Komunikasi


Prinsip – prinsip Komunikasi merupakan istilah yang dibuat oleh Deddy Mulyana, Ph.D. Dibawah ini akan kita bahas satu persatu tentang prinsip-prinsip komunikasi yang terdiri dari 12 prinsip, yaitu :

Prinsip 1 : “Komunikasi adalah Suatu Proses Simbolik”.
Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan.







Prinsip 2 : “Setiap Perilaku Mempunyai Potensi Komunikasi”.
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.





Prinsip 3 : “Komunikasi Mempunyai Dimensi Isi dan Hubungan”.
Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.

Prinsip 4 : “Komunikasi Berlangsung Dalam Berbagai Tingkat Kesengajaan”.
Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai).
  
Prinsip 5 : “Komunikasi Terjadi Dalam Konteks Ruang dan Waktu”.
Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.


Prinsip 6 : “Komunikasi Melibatkan Prediksi Peserta Komunikasi”.
Seperti halnya, jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.


Prinsip 7 : “Komunikasi Bersifat Sistemik”.
Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.

Prinsip 8 : “Semakin Mirip Latar Belakang Sosial Budaya, Semakin Efektiflah Komunikasi”.
Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap ymbol-simbol yang saling dipertukarkan.

Prinsip 9 : “Komunikasi Bersifat Nonsekuensial”.
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.

Prinsip 10 : “Komunikasi Bersifat Prosesual, Dinamis dan Transaksional”.
Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses dimana komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.

Prinsip 11 : “Komunikasi Bersifat Irreversible”.
Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.

Prinsip 12 : “Komunikasi Bukan Alat Untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah”.
Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Sumber : Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya.
 

Media massa sebagai Agent Of Change

Pada dasarnya merupakan suatu alat yang digunakan oleh masyarakat secara luas. Media massa terbagi ke dalam dua kategori, yaitu media massa cetak dan media elektronik. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah. Sedangkan media elektronik yang memenuhi criteria media massa adalah radio, televisi, film, media online (internet). Fungsi media massa adalah memberikan informasi, mendidik, menghibur, dan membujuk. 

Media massa adalah institusi yang berperan sebagai agent of change, yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa.  Dalam menjalankan paradigmanya media massa berperan. Bungin. (2007:85-86)

1.    Sebagai institusi pencerahan masyarakat, yaitu perannya sebagai media edukasi. Media massa menjadi media yang setiap saat mendidik masyarakat supaya cerdas, terbuka pikirannya, dan menjadi masyarakat yang maju.
2.    Selain itu, media massa juga manjadi media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan informasi yang terbuka dan jujur dan benar disampaikan media massa kepada masyarakat, maka masyarakat akan menjadi masyarakat yang kaya dengan informasi, masyarakat yang terbuka dengan informasi, sebaiknya pula masyarakat akan menjadi masyarakat informatif, masyarakat yang dapat menyampaikan informasi dengan jujur kepada media massa. Selain itu informasi yang banyak dimiliki oleh masyarakat, menjadikan masyarakat sebagai masyarakat dunia yang dapat berpartisipasi dengan berbagai kemampuannya.
3.         Terakhir, media massa sebagai hiburan. Sebagai agent of change, media massa juga menjadi institusi budaya, yaitu institusi yang setiap saat menjadi corong kebudayaan, katalisator perkembangan budaya. Sebagai agent of change yang dimaksud adalah juga mendorong agar perkembangan budaya itubermanfaat bagi manusia bermoral dan masyarakat sakinah, dengan demikian media massa juga berperan untuk mencegah berkembangnya budaya-budaya yang justru merusak peradaban manusia dan masyarakatnya

Secara lebih spesifik peran media massa saat ini lebih menyentuh persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat secara actual, seperti: 

  1. Harus lebih spesifik dan proforsional dalam melihat sebuah persoalan sehingga mampu menjadi media edukasi dan informasi sebagaimana diharapkan oleh masyarakat. 
  2. Dalam memotret realitas media massa harus focus pada realitas masyarakat, bukan pada potret kekuasaan yang ada dimasyarakat itu, sehingga informasi tidak menjadi propaganda kekuasaan, potret figure kekuasaan. 
  3. Sebagai lembaga edukasi, media massa harus dapat memilah kepentingan pencerahan dengan kepentingan media massa sebagai lembaga produksi, sehingga kasus-kasus pengaburan berita dan iklan tidak harus terjadi dan merugikan masyarakat. 
  4. Media massa juga harus menjadi early warning system, hal ini terkait dengan peran media massa sebagai media informasi, dimana lingkungan saat ini menjadi sumber ancaman. Media massa menjadi sebuah sistem dalam sistem besar peringatan terhadap ancaman lingkungan, bukan hanya menginformasikan informasi setelah terjadi bahaya dari lingkungan itu. 
  5. Dalam hal menghadapi ancaman masyarakat yang lebih besar seperti terorisme, seharusnya media massa lebih banyak menyoroti aspek fundamental pada terorisme seperti mengapa terorisme itu terjadi bukan hanya pada aksi-aksi terorisme. 




.


menyebutkan kehadiran media sebagai kontrol sesial dan agen perubahan (Agent of Change). Sebagai agen perubahan menurutnya, Media massa berperan besar dalam membentuk opini publik, sehingga mereka harus bersikap spesifik dan proporsional serta mengedepankan fungsi edukasi.

"Tidak dapat dipungkiri, media massa mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan, oleh karena itu media massa harus dapat bersikap propesional," 

“Media massa adalah institusi yang berperan sebagai agent of change, yaitu sebagai institusi pelopor perubahan.”

Mengapa media massa dapat memotivasi kita untuk bebas berkomunikasi ?, hal ini disebabkan media massa berperan sebagai institusi pencerahan masyarakat, yaitu sebagai media edukasi. Selain itu media massa juga menjadi media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Terakhir media massa sebagai media hiburan, ( agent of change yang tadi ) yaitu mendorong agar perkembangan budaya itu bermanfaat bagi manusia bermoral dan masyarakat sakinah, dengan demikian media massa juga berperan untuk mencegah berkembangnya budaya – budaya yang justru merusak peradaban manusia dan masyarakatnya.

Karena tidak ada sesuatupun/seorangpun yang dapat menahan laju perkembangan teknologi informasi bahkan keberadaan internet telah menghilangkan garis – garis batas antar negara dalam hal flow of information. Informasi dapat mengalir dengan deras dari atau ke luar negara lain, karena batasan antar negara tidak dikenal dalam dunia maya. Bahkan di dunia pengguna terbanyak BlackBerry ( seluler yang lebih progresif mengadopsi internet ) adalah Indonesia. Kebebasan dalam berkomunikasi telah menjadi life style, contoh buruknya ialah dalam hal menghadapi ancaman masyarakat yang lebih besar seperti terorisme, seharusnya media massa lebih banyak menyoroti aspek fundamental pada terorisme seperti mengapa terorisme itu terjadi bukan hanya pada aksi – aksi terorismenya saja atau hanya pada aksi – aksi pemberantasan terorisme itu sendiri yang menampilkan adegan – adegan kekerasan, radikal, sadisme yang sering disiarkan media-media tv
Kebebasan berkomunikasi membuat masyarakat semakin terbuka dan jujur akan informasi yang mereka miliki, masyarakat dapat berpatisipasi dengan berbagai kemampuannya, terbukanya kesempatan untuk mengekspresikan ide – ide, kepercayaan, pandangan-pandangan mengenai dunia, memungkinkan terjadinya pengamatan yang seksama oleh publik secara independen terhadap pemerintah maupun pihak penentu kebijakan publik, hal ini berkenaan dengan fungsi pengawasan dan kritisasi pihak pers. Terlaksananya pembaharuan dan perubahan kebudayaan dan masyarakat secara berkelanjutan. Pada intinya masyarakat akan menjadi masyarakat yang kaya akan informasi serta akan menjadi masyarakat yang informatif.

Mengapa banyak orang yang menggunakan MEDIA MASSA ?

Mengapa banyak orang yang menggunakan MEDIA MASSA ?

Sejumhlah peneliti mengklasifikasikan berbagai penggunaan dan kepuasan ke dalam empat katagori sistem :

Å’ Kognition ( kognisi /pengetahuan )

Kognisi yang mendasari tindakan seseorang untuk mengetahui sesuatu. Seseorang menggunakan media massa untuk memperoleh informasi tentang sesuatu, kemudian dia menggunakan media sebagai bagian dari kognisi.
Hasil suvei menunjukkan alasan orang menggunakan media :
(1) Saya ingin mengamati apa yang sedang pemerintah kerjakan.
(2) Saya ingin memahami apa yang terjadi di dunia,
(3) Saya ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh para pemimpin partai.

Alasan lain orang menggunakan media :
 (1) Saya ingin belajar bagaimana melakukun sesuatu, yang sebelumnya tak pernah dilakukan.
 (2) Saya ingin memuaskan rasa ingin tahu saya.
(3) Media membuat saya ingin belajar lebih tentang sesuatu.
(4) Media memberi saya ide-ide.

Å’ Diversion (hiburan)

Kebutuhan dasar lainnya pada manusia adalah hiburan. Hiburan dapat diperoleh melalui beberapa bentuk yang dikemukakan para peneliti sebagai berikut :
(1) Stimulation atau pencarian untuk mengurangi rasa bosan atau melepaskan diri dari kegiatan rutin.
(2) Relaxation (santai) atau pelarian dari tekanan dan masalah.
(3) Emotional release (pelepasan emosi) dari perasaan dan energi yang terpendam.

Social utility ( kepentingan sosial)

Kebutuhan ini untuk memperkuat hubungan dengan keluarga, teman dan yang lainnya dalam masyarakat. Kebutuhan ini diperoleh melalui pembicaraan dan diskusi tentang sebuah program TV, film baru, atau program radio siaran yang baru.

Ž Withdrawal (pelarian)

Orang menggunaka media tidak hanya untuk tujuan santai, tetapi juga sebagai withdrawal (pelarian). Orang menggunakan media massa untuk mengatasi rintangan antar mereka dan orang lain, atau menghindari aktivitas lain.

DAMPAK KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa memiliki dampak baik yang berkaitan dengan kehadirn fisik media massa tersebut mupun dengan isi pesannya.

Dampak Media Massa Secara Fisik

a. Dampak Ekonomis
Tak terhindarkan lagi, kehadiran media massa menimbulkan dampak ekonomis, yaitu menggerakan sektor usaha seperti produksi, distribusi dan konsumsi jasa media massa. Sebuah stasiun televisi membuka puluhan bahkan ratusan orang untuk menggantungkan hidupnya. Mislnya, membuka kesempatan untuk menjadi reporter, pengarah acara, kameraman, piñata rias, piñata tari, piñata lampu, teknisis dan sebagainya.

b. Dampak Sosial
Media massa dapat memberikan perubahan pada struktur atau interaksi sosial. Pemilikan media massa seperti televisi, majalah, surat kabar, radio sekaligus dapat meningkatkan status pemiliknya. Mereka yang berlangganan Kompas atau Republika rata-rata orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Dan sebaliknya, mereka yang membaca surat kabar Lampu Merah, biasanya orang-orang dari kelas bawah.

c. Dampak Pada Penjadwalan Kegiatan
Jadwal sehari-hari kita banyak yang berubah disebabkan oleh acara televisi. Pertandingan sepak bola yang disiarkan pada jam 2 dini hari terpakas telah merubah jadwal tidur penggemarnya. Telenovela pada salah satu stasiun televisei telah merubah jadwal harian ibu-ibu, dan sebagainya.

d. Medi Massa Sebagai Penyaluran Perasaan tertentu
Media massa seringkali digunakan oleh seseorang untuk menghilangkan perasaan tertentu, seperti kesepian, marah, kecewa, bosan dan lain-lain. Hal itu dilakukan tanpa mempersoalkan pesan apa yang disampaikan.

Dampak Media Massa Dari Aspek Pesan

a. Dampak Kognitif
Dampak ini terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi oleh khalayak.Dampak kognitif berkaitan dengan penyampaian pesan yang berkenaan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sisi kognitif lainnya oleh media. Pada era informasi ini, media massa telah menjadi “guru” yang dapat memberikan beragam pengetahuan.

b. Dampak Afektif
Dampak ini terjadi apabila pesan media massa mengubah pada apa yang dirasakan, disenanghi atau dibenci khalayak. Dampak afektif berkaitan dengan nilai, sikap, perasaan atau rangsangan emosional. Misalnya, setelah menyaksikan bencana alam di Aceh (Tsunami) timbul perasaan sedih yang mendalam, dan secara sadar berkeinginan memberikan bantuan kepada mereka yang tertimpa bencana.

c. Dampak Konatif
Dampak konatif terjadi apabila isi pesan media massa menimbulkan pola-pola tindakan, kegiatan atau perilaku nyata yang dapat diamati. Misalnya, setelah menyaksikan bencana alam Tsunami di Aceh, anda mendaftarkan diri untuk menjadi sukarekawan dan pergi ke Aceh.

Sejatinya, tidak mudah media massa mempengaruhi khalayaknya, terutama pada aspek konatif. Dampak tersebut akan terjadi secara kuat apabila ditunjang oleh beberapa kondisi, yaitu:

1. Exposure
Dampak media massa akan timbul secara kuat dan cepat apabila sebagian besar khalayak memang telah ter-exposure oleh media massa.
2. Kredibilitas
Dampak media massa akan semakin kuat apabila media massa tersebut memiliki kredibilitas cukup tinggi di mata khalayak. Kredibilitas dalam poengertian media massa tersebut dipercaya.

Komunikasi massa



Tidak ada orang yang bisa lepas dari terpaan media massa. Komunikasi massa dengan berbagai bentuknya, senantiasa menerpa manusia , dan manusia senantiasa menerpakan dirinya kepada media massa. Ada enam unsur dalam komunikasi : (1) Komunikator (penyampai pesan); (2) Pesan; (3) Media; (4) Komunikan (penerima pesa); (5) Efek; (6) Umpan balik.
Karakteristik komunikasi antarpersona sebagai suatu proses adalah komunikator dan kominikannya tatap muka (face to face communication) di antara mereka terjadi saling berbagi ide, informasi, dan berbagi sikap.

PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA

  • Bitter : Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.
  • Gerbner : Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.
  • Maletzke : Komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar.
  • Freidson : Komunikasi massa dibedakan dari jenis komunikasi lainnya dengan suatu kenyataan bahwa komunikasi massa dialamatkan kepada sejumlah populasi dari berbagai kelompok, dan bukan hanya satu atau beberapa individu atau sebagian khusus populasi. Komunikasi massa juga mempunyai anggapan tersirat akan adanya alat-alat khusus untuk menyampaikan komunikasi agar komunikasi itu dapat mencapai pada saat yang sama semua orang yang mewakili berbagai lapisan masyarakat.
  • Wright : Bentuk baru komunikasi dapat dibedakan dibedakan dari corak-corak yang lama kerena memiliki karakteristik utama sebagai berikut : diarahkan pada khalayak yang relative lebih besar, heterogen dan anonim, pesan disampaikan secara terbuka , seringkali dapat mencapai kebanyakan khalayak secara serentak, bersifat sekilas ; komunikator cenderung berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks, yang melibatkan biaya besar.
  • Severin & Tankard : Komunikasi massa adalah sebagian ketrampilan, sebagian seni dan sebagaian ilmu.
  • Josep A. DeVito mengemukakan definisi komunikasi massa dalam dua item, yaitu : Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar bias banyaknya. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio dan/atau visual.
  • Jallaludin Rakhmat merangkum definisi-definisi komunikasi massa diatas menjadi : “ Komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.



KARAKTERISTIK KOMUNIKASI MASSA
Dari definisi komunikasi massa di atas dapat kita ketahui karakteristik komunikasi massa sebagai berikut :


  • Komunikator Terlembagakan
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya. Komunikasi massa melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. Misal dalam proses kerja seduah media catak seperti koran akan melibatkan banyak orang yang tergabung dalam suatu kesatuan atau lembaga.
  • Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak tidak untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karena itu pesannya bersifat umum. Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta, peristiwa atau opini, yang penting memenuhi kriteria penting atau menarik.
  • Komunikannya Anonim Dan Heterogen
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Maksudnya, komunikator dan komunikan tidak saling mengenal (anonim) dan komunikan terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda (heterogen).
  • Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Pesan komunikasi massa dapat diterima oleh komunikannya secara serempak dan sama. Keserempakan media massa itu sebagai keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lain berada dalam keadaan yang terpisah (Effendi).
  • Kokmunikas Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Salah satu perinsipkomunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai dimensi isi dan dimensi hubungan (Mulyana). Dimensi isi menunjukkan muatan atau isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya, yang mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu. Komunikasi massa lebih mengutamakan isi pesannya daripada hubungan komunikator dengan komunikannya.
  • Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Karena komunikasinya melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kotak langsung. Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikanpun aktif menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana terjadi dalam komunikasi antarpersona. Jadi, dalam hal ini komunikator tidak dapat memberikan feedback secara langsung kepada komunikannya.
  • Stimulasi Alat Indra Terbatas
Dalam komunikasi massa stimulasi alat indra bergantung pada jenis media massa. Karena komunikator dan komunikan tidak dapat bertatap mata dan berbicara secara langsung. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat. Pada radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar, sedangkan pada media televisi dan film, kita menggunakan indra pendegaran dan indra penglihatan.
  • Umpan Balik Tertunda (Delayed ) Dan Tidak Langsung ( Indirect )
Efektifitas komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan komunikannya. Dalam komunikasi antarpersona umpan balik itu bersifat langsung (direct), atau segera (immediate). Sedangkan dalam proses komunikasi massa, umpan balik bersifat tidak langsung (indirect) dan tertunda (delayed). Artinya komunikator komunikasi massa tidak dapat dengan segera mengetahui bagaimana reaksi khalayak terhadap pesan yang disampaikannya.



PERANAN KOMUNIKASI MASSA
Seorang penyanyi, aktor dan aktris dapat mencuat kepermukaan dan dikenal oleh khalayak tak lain karena sentuhan dari komunikasi massa.
Menurut Dominick, fenomena terbentuknya selebritas di bidang keartisan atau pakar bidang politik, ekonomi, komunikasi, dan lainnya, tidak lepas dari peranan yang dimainkan komunikasi massa dalam kehidupan masyarakat. Melalui komunikasi massa kita menjadi tahu berbagai macam informasi.
Lebih jauh Dominick mengatakan bahwa dalam melihat fungsi dan kegunaan komunikasi massa, perlu dilakukan dua bentuk analisis, yaitu analisis makro (wide-angle lens) dan analisis mikro (close-up lens). Berbicara tentang wide-angle lens (sudut pandang yang luas) Gamble dan Gamble mengatakan, sejak lahir sampai meninggal, semua bentuk komunikasi memainkan peran dan menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan manusia.

FUNGSI KOMUNIKASI MASSA 

Menurut Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1996), ada tiga masalah pokok yang harus diperhatikan dalam memahami fungsi-fungsi media massa. Pertama, setiap kali kita menghidupkan pesawat televisi, radio siaran, maupun membaca surat kabar, kita melakukannya karena alasan tertentu yang unik. Kedua, komunikasi massa menjalankan fungsi yang berbeda bagi setiap pemirsa secara individual. Ketiga, fungsi yang dijalankan komunikasi massa bagi sembarang orang yang berbeda dari satu waktu ke waktu yang lain.

Fungsi khusus komunikasi massa menurut Devito adalah :

Meyakinkan (to persuade)

Fungsi meyakinkan atau persuasi menurut Devito (1996) bisa datang dalam bentuk 

§ Mengukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan atau nilai seseorang.
§ Mengubah sikap, kepercayaan atau nilai seseorang.
§ Menggerakkan seseorang untuk melakukun sesuatu.
§ Memperkenalkan etika atau menawarkan sistem nilai tertentu.

Menganugerahkan status

Penganugerahan status (status conferal) terjadi apabila berita yang disebarluaskan melaporkan kegiatan idividu-individu tertentu sehingga prestise (gengsi) mereka meningkat.

Membius (narcitization)

Salah satu fungsi media massa yang paling menarik dan paling banyak dilupakan adalah fungsi membiusnya (narcitization). Ini berarti bahwa apabila media menyajikan informasi tentang sesuatu, penerima percaya bahwa tindakan tindakan tertentu harus diambil. Sebagai akibatnya, pemirsa atau penerima terbius dalam keadaan pasif, seakan-akan dalam pengaruh narkotik

Menciptakan rasa kebersatuan

Fungsi komunikasi massa yang tidak banyak disadari oleh kita semua adalah kemampuannya untuk membuat kita merasa menjadi anggota suatu kelompok. Program di televisi, berita-berita di surat kabar telah membuat seseorang yang kesepian merasa menjadi anggota sebuah kelompok yang lebih besar setelah menerima pesan dari media massa

Privatisasi

Privasi adalah kecenderungan bagi seseorang untuk menarik diri dari kelompok sosial dan mengucilkan diri ke dalam dunianya sendiri.



McQuail menyatakan bahwa fungsi komunikasi massa untuk masyarakat meliputi:

1. Informasi:

  • Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia.
  • Menunjukkan hubungan kekuasaan.
  • Memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajua
2. Korelasi:

  • Menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi.
  • Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan.
  • Melakukan sosialisasi.
  • Mengkoordinasi beberapa kegiatan. Membentuk kesepakatan.
  • Menentukan urutan prioritas dan memberikan status relatif.
3. Kesinambungan:

  • a. Mengepresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan khusus (subculture) serta perkembangan budaya baru.
  • b. Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai.
4.Hiburan:

  • Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian, dan sarana relaksasi.
  • Meredakan ketegangan sosial.
5. Mobilisasi: Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan ekonomi, pekerjaan, dan kadang kala juga dalam bidang agama.

Fungsi Komunikasi Massa untuk Individu

Sedangkan fungsi komunikasi massa untuk individu meliputi:

1. Informasi:
  • Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.
  • Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.
  • Memuaskan rasa ingin tahu dan minat minum.
  • Belajar, pendidikan diri sendiri.
  • Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.
2. Identitas pribadi:
  1. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.
  2. Menemukan model perilaku.
  3. Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media).
  4. Meningkatkan pemahamna tentang diri-sendiri.
3. Integrasi dan interaksi sosial:
  • Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain; empati sosial.
  • Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki.
  • Menemukan bahan percakapan dan interkasi sosial.
  • Memperoleh teman selain dari manusia.
  • Membantu menjalankan peran sosial.
  • Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungi sanak –keluiarga, teman, dan masyarakat.
4. Hiburan:
  • Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan.
  • Bersantai.
  • Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis.
  • Mengisi waktu. Penyaluran emosi.
  • Membangkitkan gairah seks.
Dalam garis besarnya, fungsi komunikasi massa di kelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu fungsi bagi kehidupan sosial masyarakat (societal function) dan fungsi bagi individu (individual function). Kedua fungsi tersebut terjabarkan di dalam proses pengolahan, pengiriman dan penerimaan isi pesan media massa. Jika fungsi sosial lebih merujuk kepada khalayak (masayarakat umum), sedangkan fungsi individu merujuk kepada individu-individu secara khusus.

Fungsi Komunikasi Massa Bagi Masyarakat
Fungsi komunikasi massa bagi msyarakat dikemukakan oleh Harold Lasswell. Dalam penelitiannya, ia mengidentifikasikan tiga fungsi, yaitu: surveillance (pengawasan lingkungan), correlation (korelasi antar bagian masyarakat dalam menanggapi lingkungannya), dan transmission (transmisis warisan sosial baru dari generasi ke generasi).

a.                Surveillance
Pengertian surveillance merujuk kepada pengumpulan dan distribusi informasi mengenai kejadian-kejadian yang berlangsung di lingkungan. Surveillance dibagi ke dalam dua bagian: Pertama, warning or beware surveillance(pengawasan peringatan), yaitu ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari bencana alam (banjir, angina topan, dll), kondisi efek yang memprihatinkan, tayangan inflasi atau adanya serangan militer.
Kedua, instrumental surveillance (pengawasan instrument), yaitu penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya berita tentang film apa yang sedang dimainkan di bioskop, harga-harga saham di bursa efek, produk-produk baru, perkembangan fashion, resep masakan dan sebagainya.

b.               Correlation
Fungsi ini meliputi interpretasi informasi mengenai lingkungan dan reaksi terhadap peristiwa yang terjadi. Correlation juga dapat diartikan fungsi menghubung-hubungkan bagian-bagian masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Fungsi ini membantu khalayak untuk lebih memahami peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan adanya komentar-komentar dari orang-orang terkait, tokoh masyarakat dan para pengamat. Misalnya, demonstrasi mengenai kasus Munir mengundang komentar berbagai tokoh dan pengamat politik.

c.                Transmission
Fokus fungsi transmission yaitu pada komunikasi pengetahuan, nilai-niulai dan norma-norma sosial dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Nilai-nilai budaya, masalah sosial dan lain-lain dikemas dan disiarkan melalui media massa dalam beragam acara.

d.               Entertainment
Fungsi ini merujuk kepada tindakan-tindakan komunikasi yang bersifat menghibur. Media massa (terutama televisi) memiliki kekuatan menghibur begitu kuat. Misalnya, orang berjam-jam menonton sinetron, kuis, atau acara-acara hiburan lainnya.

 Fungsi Komunikasi Massa Bagi Individu
Komunikasi massa pun secara potensial memiliki fungsi bagi individu, diantaranya:
a.                Pengawasan Atau Pencarian Informasi
Seseorang mencari informasi jika merasa tidak pasti terhadap sesuatu hal atau peristiwa. Misalnya, jika seseorang ingin mengetahui kepastian mengani kasus Bom Bali atau kasus pembobolan Bank BNI 46, maka media massa akan menjadi sumber informasi yang dapat memberikan nilai/sumber kepastian bagi seseorang (individu).

b.               Mengembangkan Konsep Diri
Konsep diri seseorang tidaklah stagnan, melainkan orang senantiasa ingin mengembangkannya ke arah yang lebih baik. Dengan membaca surat kabar, atau menonton televisi yang berkaitan dengan pekerjaan atau hobby, maka akan memperoleh banyak pengetahuan. Dan pengetahuan tersebut dijadikan untuk mengembangkan konsep dirinya.

c.                Fasilitasi dalam Hubungan Sosial
Pengetahuan atau informasi-informasi yang diperoleh dengan dari media massa dapat digunakan untuk berdiskusi, bertukar pikiran atau sebagai bahan pembicaraan dengan orang lain dalam hubungan sosial.

d.               Substitusi Dalam Hubungan Sosial
Ketika menjalin hubungan sosial, seseorang akan terlibat secara psikologis dan memunculkan hubungan yang akrab. Spek-aspek psikologis yang terjadi dalam hubungan sosial sering kita dapatkan dari isi pesan media massa. Miaslnya, kita larut dalam kesedihan, bahkan sampai mengeluarkan air mata ketika menyaksikan kekejaman ibu tiri dalam sinetron. Atau kita juga begitu membenci seorang tokoh dalam sinetron, seperti tokoh Malin Kundang.

e.               Membantu Melegakan Emosi
Dengan menyaksikan tayangan diskusi di media mengenai suatu masalah yang krusial dan menyangkut orang banyak akan mengurangi atau melegakan emosi.Misalnya, kita merasa lega karena pembunuh keluarga “A” dapat diiedntifikasi.

f.                 Pelarian Dari Ketegangan Dan Keterasingan
Jika seseorang sedang merasa tegang atau terasing, maka akan merasa tenang dan merasakan ada yang menemani jika ia menonton televisi atau menonton film.

g.                Bagian Dari Kehidupan Rutin Atau Ritualisasi
Bagi sebagian orang, membaca surat kabar di pagi hari atau menyimak liputan 6 pagi menjadi sebuah keharusan. Jika sehari saja tidak membaca surat kabar atau menyaksikan berita di televisi seakan-akan ada sesuatu yang hilang dalam rutinitasnya.



Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Secara yuridis formal, fungsi komunikasi massa di atur dalam UU RI no: 40 tahun 1999 pasal 3 ayat (1) dan (2), juga pada UU RI no: 32 tahun 2003 pasal 4 ayat (1) dan (2). Masing-masing pasal berbunyi sebagai berikut:
Pasal 3 UU 40/1999

(1) Pers Nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
(2) Di samping fungsi-fungsi tersebut ayat (1), pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.
Pasal 4 UU32/2003
(1) Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial.
(2) Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan.



Dengan bahasa yang berbeda, Katz Gurevich, dan Haas (dalam Saverin & Tangkard, 2001) menyebutkan fungsi media massa sebagai berikut:

a. Kebutuhan kognitif – memperoleh informasi, pengetahuan, dan pemahaman.
b. Kebutuhan afektif – emosional, pengalaman menyenangkan, atau estetis.
c. Kebutuhan integrative personal – memperkuat kredibilitas, rasa percaya diri, stabilitas, dan status.
d. Kebutuhan integratif sosial – memperoleh hubungan dengan keluarga, teman, dan sebagainya.
e. Kebutuhan pelepasan ketegangan – pelarian dan pengalihan.